JET LAG

 

Song: Jet Lag
Artist: Simple Plan
Album: Get Your Heart On

Intro (Guitar 1) :

e|---------------------------------------------11---------------------|
B|----12----12-11----11-12-----12--14------14--------14---------------| 
G|-------11-------11--------11----------11--------11----11------------|  x2
D|--------------------------------------------------------------------|   
A|--------------------------------------------------------------------|
E|--------------------------------------------------------------------|

B     F#m    E
Ohh, ohhh

B     F#m    E
Ohh, ohhh

So jet-lagged.

Verse 1:
B                          E
What time is it where you are?

I miss you more than anything
B                         E
Back at home you feel so far

Waiting for the phone to ring

Pre-chorus:
Abm                                 
It's getting lonely living upside down
E
I don't even wanna be in this town
Abm                                  F#m
Trying to figure out the time zones making me crazy

Chorus:
                B
You say good morning
             E
When it's midnight
       Abm
Going out of my head
F#m
Alone in this bed
    B             E
I wake up to your sunset
Abm
It's driving me mad
   F#m
I miss you so bad 
         B    B     E  
And my heart heart, heart is so jet lagged
  Abm    Abm     F#m
Heart heart, heart is so jet lagged
  B     B      E                    Abm     F#m
Heart heart, heart is so jet lagged

So jet lagged

Intro:
B     F#m   E
Ohh, ohh

Verse 2:
B                         E
What time is it where you are?

5 more days and I'll be home
B                           E
I keep your picture in my car

I hate the thought of you alone

Pre-chorus:
Abm
I've been keeping busy all the time
E
Just to try to keep you off my mind
Abm                                  F#m
Trying to figure out the time zones making me crazy

Chorus:
              B
You say good morning
          E
When it's midnight
      Abm
Going out of my head
F#m
Alone in this bed
      B             E
I wake up to your sunset
           Abm
And it's driving me mad
    F#m
I miss you so bad
        B      B      E
And my heart heart, heart is so jet lagged
Abm    Abm    F#m
Heart heart, heart is so jet lagged
B       B      E                       Abm Abm   F#m
Heart heart, heart is so jet lagged

So jet lagged

B 
Ohh, ohhh
E
Ohh, ohhh

Bridge:
B
I miss you so bad (I miss you so bad)
E
I miss you so bad (I miss you so bad)
B
I miss you so bad (I wanna share your horizon)
E
I miss you so bad (And see the same sun rising)
B                                                 E
I miss you so bad (And turn the hour hand back to when you were holding me)

Chorus:

You say good morning

When it's midnight
Abm
Going out of my head
F#m
Alone in this bed
   B               E
I wake up to your sunset
          Abm
And it's driving me mad,
F#m
I miss when
           B
You say good morning
          E
But it's midnight
       Abm
Going out of my head
 F#m
Alone in this bed
    B              E
I wake up to your sunset
          Abm
And it's driving me mad
 F#m
I miss you so bad 
         B    B       E
And my heart heart, heart is so jet lagged
  Abm  Abm    F#m
Heart heart, heart is so jet lagged
  B     B      E                      Abm Abm  F#m
Heart heart, heart is so jet lagged

So jet lagged
 B    F#m  E
Ohh, ohhh  (so jet lagged)

TIPS

Assalamu’alaikum Teman, kali ini blogger akan memberikan beberapa contoh foto modeling yang butuh diperhatikan oleh kita semua menurut pengalaman blogger dan menggunakan contoh foto hasil pemotretan blogger sendiri hehe. Cekidot:

  1. Sudut pandang kamera

Sudut pandang kamera sangat perlu diperhatikan bagi para fotografer, karena sudut pandang yang salah dapat merusak hasil pemotretan.

2. keadaan model

Keadaan model akan mempengaruhi hasil pemotretan. Jika model dapat menghayati perannya dalam pemotretan tersebut, kita dapat menghidupkan foto tersebut. Tapi jika keadaan model tidak dalam kondisi yang sesuai dengan tema pemotretan, walau background mendukung dan fotografer telah ahli, hasil pemotretan akan berkurang nilainya.


3.  Pakaian model dengan background

Hal ini sering di abaikan oleh beberapa fotografer, padahal komposisi yang tepat antara pakaian model dengan background dapat membuat foto lebih hidup.

Kita dapat menggunakan kontras warna untuk menghasilkan fokus ke model seperti gambar di samping atau pembauran warna, misalnya background rerumputan kita dapat menggunakan pakaian berwarna hijau, atau jika backgroundnya lapangan terbuka pasir atau tandus, dapat menggunakan pakaian berwarna gelap. Jika backgroundnya adalah tempat tua maka kita dapat menggunakan warna bernuansa coklat, hitam atau putih.


4. Pencahayaan

Kita tidak bisa meremehkan unsur ini, menurut pengalaman saya pencahayaan dapat mempengaruhi fokus terhadap suatu objek.

5. Fokus

biasanya kita akan memotret objek utama di posisi tengah dalam suatu foto seperti ini:

Tapi fokus dapat diartikan objek utama yang paling menonjol misalnya seperti ini:

kita dapat meletakkan model di bagian foto pinggir kanan, kiri, pojok atas, bawah dan sebagainya tergantung komposisi dan keadaan yang ada dan sesuai.

Ada juga yang berpendapat bahwa fokus adalah tingkat ketajaman objek dibanding objek lain lebih besar atau lebih jelas

Sekian yang dapat di postkan. Hehe. Terimakasih semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan blogger untuk pemotretan selanjutnya.

Wassalamu’alaikum

CONTOH CERPEN PENGALAMAN PRIBADI (PENGPRI)

MENANTI SEBUAH NAMA

 

Pagi yang sangat tidak cerah! Langit tertutup mendung, walau tak terlihat tanda-tanda akan hujan. Aku tak suka suasana seperti ini. “mungkin hari ini bukan hari yang menyenangkan”, kataku dalam hati. Hari ini, sudah lama semenjak kepergiannya, bukannya merasa senang justru aku merasa kecewa dan menyesal. Padahal dulu dia aku anggap sebagai manusia paling menjengkelkan dalam sejarah.

Pikir-pikir aku lebih senang melihat dia tertawa mengejekku daripada melihat senyum sinis dari bibirnya yang pucat itu, matanya yang selalu melihatku saat kami bertemu, saat itu enggan untuk terbuka lagi. “aku rindu” bisikku pelan sambil mengingat cerita tempo dulu yang pasti akan membuatku kesal jika hari itu dia tidak pergi.

“Tapi tidak! Dia benar-benar pergi dan aku tidak bisa mengingat kebencianku kepadanya, yang aku ingat hanya gelagak tawa dari dirinya, seragam khas-nya yang selalu di setrika rapi oleh ibunya tapi selalu dikotori dan tak terawat, dan rasa bersalah yang membuatku tak bisa melupakannya”

Dia, Udin namanya, tetapi teman-temanku memanggilnya Anang atau Helmi, nama yang diberikan orangtuanya. Tapi bagiku nama itu terlalu bagus untuknya, mungkin pikiran itu berahir setelah hari itu ada, hari kepergiannya. Dan hari itupun aku menyadari nama itulah yang akan mendampingi hidupnya, dan nama yang paling cocok untuknya.

Akan kuingat masa-masa itu, walau tak ada satupun yang indah saat itu. Karena bagaimanapun juga dia pernah menjadi satu dari berbagai gambar yang ada dalam selembar kertas dalam hidupku, ya, sampai gambar itu berahir pada hari itu…

Aku memang mengenalnya bukan dalam waktu yang lama, hanya sekitar tiga bulan, tapi semua yang terjadi cukup membuatku mengingat apa yang dia lakukan sampai saat ini. Hari itu, juga hari mendung tanpa hujan. Hari itu, hari yang buruk untukku, tapi akan lebih buruk lagi untuk Anang. Aku masih ingat betul bagaimana itu semua terjadi dan aku masih bisa merasakannya hari ini, rasa muak, rasa iba, dan rasa yang membuatku menganggap dunia itu kejam.

Aku sagat tidak menyukai keadaan ini, ku ambil tas yang sedari tadi menungguku agar aku segera berangkat ke sekolah. Aku sangat terkejut ketika jam di hapeku menunjukkan pukul 06.45, O M G ! ini benar-benar tidak mendukung, kupercepat langkah kakiku dan menunggu angkot yang selalu mengantarku ke sekolah. Beruntung aku segera mendapat angkot hari ini, sambil memasang wajah gelisah agar supir angkot itu menambah kecepatannya, aku mengatakan tujuanku “SMA pak!”. Aku sedikit lega karena sesampainya di gerbang sekolah aku masih diperbolehkan masuk walau jarum panjang di jam yag ada di dinding SMA sudah melewati angka 12. Beruntung sekali aku hari ini, aku berlari menuju kelasku karena aku tahu diri jika aku masuk kelas setelah guru memasuki kelas. Benar saja, sampainya di kelas, sudah ada guru yang duduk di kursinya, kuketuk pintu dan salim pada guru, aku tidak mempedulikan teman-temanku yang bersorak-sorak meledekku. Memang kebiasaan dari Sekolah Dasar kalau aku sering terlambat seperti ini, mungkin sudah sangat sulit dihilangkan karena hal ini bagai sudah mendarah daging padaku.

Aku memulai pelajaran hari ini dengan perasaan yang tak terlalu baik karena cuaca yang buruk , dan aku mengahiri pelajaran juga tidak dengan perasaan senang karena lagi-lagi aku di suguhi dengan tugas-tugas baru, apalagi tugas yang satu ini,

“B.Indonesia: tugas membuat cerpen tentang pengalaman pribadi”, aku membaca buku tugasku dengan suara yang sangat berat. Mungkin karena saking banyaknya tugas yang aku dapatkan, 17 mata pelajaran di sekolah, dan rata-rata semua guru memberikan tugas rumah untuk kami, bayangkan tanggungan yang harus kami selesaikan! Kadang aku berpikir jika nasib para pelajar Indonesia sangatlah tragis, pantas kalau banyak murid yang menjadi kurus setelah masuk SMA atau perguruan tinggi. Pikiranku segera melayang tak tentu arah, kesana kemari ban berputar-putar, sambil memandangi langit yag tak pernah menunjukkan keramahannya akhir-akhir ini, dan langit mengingatkanku pada waktu itu, saat aku berada dalam posisiku sebagai pelajar SMP yang berada jauh dari keramaian kota, hanya desa dan kota kecil yang sahari-hari kulihat.

Aku sangat menikmati masa-masa SMP ku disana, walau aku selalu datang paling siang di antara teman-teman, aku tak pernah mendapat keluhan apapun dari teman dan guruku. Sehingga aku terus melakukan kebiasaan itu, sampai di sekolah jam 7 lebih itu bukan hal yang mengejutkan lagi kalau subjeknya adalah aku. Walau demikian, aku tak pernah bolos sekolah sekalipun aku termasuk murid yang pemalas, tapi aku tak pernah mendapat hukuman, kecuali sekali ketika aku lupa membawa topi ketika upacara bendera hari Senin, saat ituah aku melihat seorang anak laki-laki berjalan melewati lorong depan lapangan upacara. Aneh, kalau dia sekolah disini kenapa aku tak pernah melihatnya? Tapi jika dia tak bersekolah disini kenapa dia jam segini malah berkeliaran di SMP orang lain? Aku langsung merasakan seuatu pada pandangan pertamaku itu, aku tak bisa menghindari perasaan itu, aku benar-benar tak bisa membohongi diriku sendiri jika aku merasa sangat membencinya pada hari itu. Melihat tampilannya saja membuat pikiranku melayang-layang, dalam hatiku bertanya-tanya bagaimana seragan OSIS yang harusnya berwarna putih itu menjadi berwarna biru muda keabu-abuan seperti itu? Dan celana yang harusnya berwarna biru tua itu menjadi berwarna biru muda keputih-putihan? Aku sangat tak menyukai penampilannya. “Bagaimana sikapnya kalau casingnya aja kaya gitu?” pikirku dalam hati.

Mungkin pikiran-pikiran anehku itu menemaniku sepanjang upacara berlangsung hingga aku seperti tak merasakan hukuman yang sedang kujalani hari itu. aku tak habis pikir tentang anak yang satu ini, bagaimana dia dengan santainya memasuki ruang kepala sekolah? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang membuatku semakin membencinya, entah apa alasannya. Tapi segera aku melupakan perasaan benciku padanya dan melanjutkan KBM seperti biasa lagi.

Esok harinya aku berangkat lebih siang dari biasanya, jam 7.30 aku baru sampai di SMP. Aku sangat terburu-buru masuk kelas, aku mengetuk pintu dan meminta ijin masuk kelas, dengan sedikit menggerutu, akhirnya guru mapel saat itu mengijinkanku mengikuti KBM. Saat itu aku duduk di kursi paling depan dan dekat dengan pintu yang terbuka sehingga aku bisa melihat pemandanagan luar dari tempat dudukku, sedikit hiburan pikirku. Tapi ditengah lamunanku aku melihat anak yang kemarin kulihat saat upacara, dia berjalan dengan sikap sangat santai. “huhh, apa-apaan dia? Sebenarnya niat sekolah enggak sih?”, gerutuku. Ternyata dia adalah murid baru kelas VIII D di sekolahku. Aku baru tahu ketika istirahat pertama, kata temanku, “namanya Anang Helmi Fahrudin!” kata salah satu temanku yang memang sangat sok kenal dengan kakak kelas. Aku percaya saja dengan kata-katanya, bagaimanapun dia selalu benar kalau soal tatanama manusia.

Aku pura-pura tidak peduli dengan segala yang sedang gencar-gencarnya diperbincangkan seminggu ini, tentu saja, mereka semua sedang membicarakan tentang si anak baru yang gak pernah aku suka itu. tadinya aku tidak pernah menganggap dia benar-benar ada sampai kita bertemu di aula ketika aku yang masih kelas VII itu sedang akan pengambilan foto kartu pelajar. Dia juga akan difoto karena dia belum punya kartu pelajar SMP saat itu. Aku yang sedang menulis biodataku sangat terganggu saat dia tiba-tiba menyapaku dan meminta tolong menuliskan biodatanya dengan alasan tidak membawa bolpoin, sebenarnya aku ingin memarahinya, “Paling tidak jangan merepotkan orang dong! Pinjem kan juga bisa? Kenapa harus sekalian di tulisin sih?”, tapi sebelum kata itu muncul dari mulutku, pak Kiman menyuruhku untuk menuliskan biodatanya dengan alasan yang sama. Jadi aku hanya berkata pada  Anang “Emang kelas berapa sih? Nulis kaya gini aja gak bisa.” Tapi dia hanya melontarkan senyum lebar padaku, sungguh menjengkelkan.

Setelah hari itu, dia selalu saja menyapaku. Aku sedikit terganggu dengan itu tapi tak ku hiraukan Anang karena pada dasarnya aku tidak mengenalnya. Aku hanya memalingkan wajah dan berjalan melewatinya begitu saja.

Setelah dua minggu, aku sudah tidak terlalu memikirkan Anang yang menyebalkan. Hari itu tepat hari Senin pagi, seperti biasa aku berangkat jam 6.45 dari rumah, tetapi kejadian yang tak terduga terjadi, angkot yang aku tumpangi mogok, jadi aku harus menunggu angkot di perbaiki atau aku menunggu angkot berikutnya, setelah 15 menit aku menunggu, belum ada satupun angkot yang terlihat, aku sudah mulai putus asa karena jam sudah menunjukkan pukul 07.05, aku tak akan sampai di sekolah tepat waktu. Tapi dari arah belakangku ada Anang yang meringis padaku dan menawarkan tumpangan padaku. Aku sangat ingin menolaknya, tapi naluri sekolahku mendorongku untuk tetap sampai di sekolah. Akhirnya, dengan terpaksa aku membonceng Anang, aku tak menjawab satupun pertanyaan yang ia lontarkan padaku ketika kami di jalan, juga ketika di bertanya siapa namaku. Sampai di sekolah aku berlari menuju lapangan, tapi aku tetap saja terlambat. Aku berdiri di belakang tiang bendera bersama anak-anak yang juga terlambat. Itu sangat memalukan bagiku, dihukum 2 kali dalam acara yang sama.

Kami digiring menuju ruang BP bersama-sama. Disana kami ditanyai alasan mengapa kami terlambat. Aku menceritakan apa yang terjadi tadi dan merengek pada guru BP agar mempercayai alasanku, tapi tak ada gunanya. Kemudian aku mendengar gelagak tawa dari si Anang, dia terlihat mengejekku, aku melotot padanya, tapi suara tawanya malah semakin menjadi-jadi. Dan semakin besar pula kebencianku padanya. Ketika bel istirahat berbunyi, aku pergi ke kantin untuk memenuhi perutku yang sudah kosong, disana aku lagi-lagi bertemu degan Anang, tapi kali ini dia memanggil ku dengan sapaan yang sangat asing bagiku.

 “Heh, Cah cilek! Cah Cilek! Mimik susu dulu sana!” ejeknya padaku. Mungkin karena kejadian tadi pagi, tapi entah kenapa aku sangat tersinggung mendengar ejekan itu. dengan spontan aku membalas ejekannya.

“Heh, wong tuo! Wong tuo! Mambu lemah koe!”

Itulah kata-kata yang selalu kami lemparkan jika bertemu, mungkin lebih banyak lagi, sehingga hampir seperti debat atau adu mulut. Tinggal menunggu siapa yang masuk kelas terlebih dahulu untuk menghentikan pertikaian kami. Secara tidak langsung kami telah mendeklarasikan permusuhan kami ke seantero sekolah. Aku tahu sebenarnya niatnya hanya ingin mengenalku, karena selama kami saling kenal, dia belum juga tahu namaku. Hanya memanggilku anak kecil saja, sedangkan aku memanggilnya “embah”.

Hingga lebih dari tiga bulan aku dan Anang selalu melempar ejekan satu sama lain. Dia juga mengejekku karena kebiasaan telatku.

“He? What? Gak nyadar diri ya kamu? Kamu tuh lebih sering telat daripada aku, gak usah sok rajin deh!”, kataku jika dia mengejekku begitu.

“Emang iya aku sering telat, tapi aku kan cowok. Itu biasalah, sedangkan kamu itu cewek, gak pantes kalo telat! Emang ngapain aja di rumah? Ngempeng dulu ya?”, katanya dengan nada yang lebih mengejek.

Aku sangat marah hingga aku berkata “Gak ada pebedaan gender lagi ya! Oke, kita buktiin aja besok siapa yang akan sampai sekolah lebih awal. Aku ato kamu!”, timpalku.

“Oke, aku terima tantangan itu, kalo aku menang kamu harus ngaku kalo emang kamu itu jawara telat di sini dan anak manja, dan kalo aku kalah aku gak akan ngejek kamu lagi!”, katanya.Dengan mantab aku menyetujui perjanjian kami ini karena aku yakin aku akan menang karena jarak rumahku lebih dekat daripada dia.

Pagi yang tidak cerah, langit mendung, suasana hatiku menjadi sangat tidak enak. Tetapi aku harus bergegas agar aku bisa memenangkan perjanjian yang aku buat kemarin. Jam menunjukkan pukul 06.10 ketika aku keluar dari rumah dan naik angkot ke sekolah, aku merasa sangat senang karena aku akan mendahului Anang untuk sampai di sekolah. Sesampainya di sekolah, menunggu Anang datang dan melihat wajahnya yang malu karena kalah, tapi sampai istirahat pertama aku belum juga melihat Anang, hari yang mendung dan hujan gerimis yang sedari pagi menyelimuti sekolah menemani lamunanku, hingga suara anak menangis di kelas sebelah memecahkan lamunanku, aku menghampiri sumber suara tersebut dan menemui tiga orang kakak kelas sedang menagis. Spontan aku bertanya apa yang membuat mereka menangis. Mulanya mereka enggan mengatakan sesuatu padaku, tetapi akhirnya satu di antara mereka mengucapkan sebuah kalimat dengan sangat pelan, hampir seperti berbisik.

“Anang… Anang mati..”

DEG

Serasa jantungku berhenti berdebar. Aku tak percaya dengan semua ini, kembali kuulangi pertanyaanku pada mereka, dan jawaban kedua lebih keras, hampir seperti berteriak.

“Aku gak percaya!”

Aku membuyarkan diri dari kelas yang membuat aku kacau itu, aku pergi ke lapangan setelah mendengar pengumuman untuk berkumpul di sana. Aku yang anggota OSIS saat itu mendapat kesempatan berbincang dengan guru, dengan perasaan cemas aku memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu guru.

“Pak, kenapa siswa dikumpulkan? Ada masalah apa?”, tanyaku.

“Begini, teman kalian, teman baru kalian, Anang Helmi Fahrudin baru saja meninggal karena kecelakaan sepeda motor tadi pagi, jadi nanti akan ada sumbangan seiklasnya untuk membantu keluarga Anang.” Jawab pak Kiman, waka sekolah SMP.

DEG

Hantaman keras di dadaku, seperti tak bisa bernapas rasanya, “Aku gak percaya, ini gak mungkin terjadi kan? Gak mungkin kalau anak macam dia bisa mati karena kecelakaan! Gak mungkin.”

Aku gak percaya sampai aku liat dengan mata kepala sendiri! Akhirnya aku ikut dalam acara layatan guru-guru dan OSIS hari itu juga. Sampai di RS ngesti Waluyo, kami menemui orang tua Anang. Aku sangat terkejut, takut dan sedih ketika melihat Anang terbaring tak berdaya di ranjang, aku tak sanggup melihat wajahnya yang pucat pasi, sagat meyakinkan kalau dia berperan menjadi orang mati saat itu, aku di depannya. Aku melihatnya, tapi aku tetap  tak percaya kalau Anang sudah tak ada lagi. Aku ingin menangis, tapi tertahan dengan cerita dari ibu Anang ketika guru-guru bertanya kronologis kejadiannya. Kemudian, dengan terisak-isak, ibu Anang menjawab dengan suara sangat pelan pada kami.

“Tadi pagi tidak ada hal yang janggal, hanya terlihat buru-buru ketika sudah hampir jam setengah tujuh, tak biasanya Anang terlihat buru-buru seperti itu, ketika saya Tanya kenapa, dia menjawab kalau hari ini ada janji dengan teman, jadi berangkatnya harus pagi, soalnya penting. Begitu kata Anang, saya senang saat itu, karena Anang yang biasanya malas-malasan jadi rajin seperti itu, tapi saya juga tidak menyangka kalau itu hal terahir yang di katakan pada saya”

DEG

Satu lagi pukulan hebat, kini menyerang seluruh tubuhku, aku tidak menyangka semua menjadi seperti ini. Aku merasa sangat bersalah, aku terus menyalahkan diriku sampai saat ini. Mendengar perkataan tadi.. Anang, Anang menganggapku teman? Selama ini, yang aku lakukan hanya menyusahkan dia, mungkin karena aku juga sekarang dia berbaring di sisi tuhan di atas sana.

Anang, namaku Lia, senang berkenalan denganmu. Aku senang menjadi temanmu, semoga kau juga senang berada di sana, maafin semua salahku ya? Mungkin akulah yang harusnya disalahkan atas semua ini. Tapi aku tak berani mengungkapkan semua ini pada siapapun sampai saat ini, dimana rahasia itu selalu kusimpan. Mungkin hanya dengan ini aku mengakui kesalahanku padamu. Selamat jalan teman baruku.

CARA MENGHINDARI BLUR PADA KAMERA DIGITAL

Assalamu’alaikum  teman, kali ini blogger akan membahas tentang kamera digital. Setiap saya pergi saya selalu membawa kamera digital saya. Ketika mendapatkan moment ayng tepat dan langka, segera akan saya potret menggunakan kamera saya, ketika dilihat di LCD kamera, hasilnya bagus dan cukup memuaskan, tapi setelah dipindah ke komputer, ketika di zoom sampai 100% hasilnya mengecewakan dengan gambar yang tidak jelas atau blur.

Berikut ini beberapa tips menghindari blur dan hal yang perlu diperhatikan menurut pengalaman saya dan beberapa sumber dari senior (fotografer berpengalaman) saya(emang saya fotografer?) hehe:

  1. Posisi tangan dan tubuh

Cara ini menurut para senior dan pengalaman saya merupakan cara yang mudah dan murah agar hasil foto tidak blur. Caranya adalah dengan mendekatkan siku ke badan, sehingga tangan berfungsi sebagai tripot alami dan badan merupakan alasnya dalam posisi berdiri. Jika akan mengambil gambar dengan posisi duduk, kita dapat menggunakan lutut sebagai tumpuan kamera, atau menggunakan benda solid di sekitar tempat kita duduk misalnya meja, kursi, batu dll. Sebaiknya menggunakan dua tangan untuk pemula, tapi biasanya untuk kamera digital cukup menggunakan satu tangan.

  1. Sesuaikan  Shutter Speed  dengan Focal Length lensa

Menurut senior, semakin panjang focal length lensa maka ia akan semakin sensitif terhadap gerakan. Patokan yang paling mudah adalah dengan tidak memilih shutter speed lebih lambat dari 1/focal length lensa. Contoh, apabila Anda menggunakan lensa 200mm maka shutter speed diusahakan tidak lebih lambat dari 1/200 detik. Gunakan shutter speed lebih cepat dari 1/200 seperti 1/250, 1/300 dst.

  1. Cerdik menggunakan fitur Focus Lock dalam pre-compose

Ketika saya mencari refrensi di internet, saya menemukan bahwa hal ini adalah yang paling sering diabaikan dan dilupakan oleh banyak fotografer, mungkin saya juga sering mengabaikannya kerena dianggap tidak terlalu berpengaruh. Biasanya ketika memotret kita akan melakukan pre-compose di viewfinder kamera, dan setelah yakin dengan titik fokus yang kita inginkan kita akan menekan shutter release halfway untuk lock focus pada titik tersebut. Namun sebelum kita menekan tombol shutter penuh kadang terjadi hal sebagai berikut: kita meminta subjek untuk berubah posisi atau kita melakukan tilt (memiringkan) kamera untuk melakukan composing lagi. Hal ini pada kasus tertentu terutama dengan pilihan aperture besar akan mengakibatkan misfocus karena titik fokus meleset atau berubah. Ada baiknya ketika kita sudah yakin dengan pre-compose yang kita lakukan kemudian melakukan focus lock tidak ada lagi perubahan yang drastis untuk menghindari hal ini terjadi

Mungkin dapat saya permudah seperti ini, setelah menemukan titik fokus, sebaiknya kita tidak memindah benda atau tidak menggerakkan kemera kita. Singkat sekali bukan?

 

  1. Gunakan tripod, remote shutter release dan fitur Timer

Tripod adalah alat tersohor sebagai pembantu kamera agar posisi kamera tetap stabil. Bagi beberapa orang, repot ssekali menggunakan tripod, tapi untuk beberapa teknik fotografi seperti “bulb” atau memotret dengan pilihan shutter speed yang sangat lambat, tripod mutlak diperlukan. Karena teknik ini sangat peka terhadap getaran. Gunakan juga timer atau remote shutter release karena pengambilan gambar menggunakan teknik bulb menggunakan jari berpotensi membuat getaran pada kamera dan merusak hasil pemotretan.

  1. Pengaturan Model

Hal ini penting, carilah model yag bisa diam seperti kursi atau bunga. Atau suruhlah model kita diam mematung, apapun dan siapapun model itu. Jangan biarkan dia bergerak sedikitpun. Kalau perlu larang dia untuk bernapas agar tidak terjadi gerakan di daerah perut dan dada. Dan tips ini merupakan tips paling ditinggalkan. Bahkan saya tidak menggunakan cara ini. Hehe

 

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu’alaikum

Macam Teknik Fotografi

1. Depth of field (ruang tajam)
Hal-hal yang mempengaruhi ruang tajam:
-Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)
-Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
-Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur)
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik depth of field

2. Panning
-Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto.
-Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
-Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
-Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik panning

3. Slow & stop action
-Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik
-Stop action : kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik slow action

Data teknis:
-Kamera : Nikon FM10
-Lensa : 35 – 70 mm
-Speed : 8
-Diafragma : 3,5
-ASA : 200
-Lokasi : TBS
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik slow action

Kamera : Canon 30D, speed : 10, diapragma : 5,6 ASA: 1600
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik stop action

Data teknis:
-Kamera : Nikon D100 Digital
-Lensa : 28 – 105 mm Nikkor D
-Speed : 125 (with soft box)
-Diafragma : 16
-ASA : 200

4. Zooming
-Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
-Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
-Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
-Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)

Data teknis:
-Kamera : Nikon D100 Digital
-Lensa : 28 – 80 Nikkor D
-Speed : 5 (with flash)
-Diafragma : 3.5
-ASA : 400
-White balance : flash
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik zooming

5. Bulb
-Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
-Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
-Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
-Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.
http://hermawayne.blogspot.com
Contoh foto dengan teknik bulb

source: berbagai macam teknik fotografi . Google

Teknik Fotografi Model

Fotografi Model

Assalamu’alaikum semuanya. Kali ini Blok akan membahas mengenai fotografi model. HAl ini sedikkit berhubungan dengan hobi si blogger! Sebelum kita mengerti lebih lanjut mengenai teknik fotografi, blogger akan memperkenalkan definisi seorang model, cekidot :

dari namanya aja udah jelas “Fotografi Model”,,pasti objek atau yang menjadi point of view nya adalah seorang model yang dalam hal ini tentu saja adalah “manusia atau binatang atau sebagainya” yang memeragakan sesuatu dan akan menjadi tokoh yang di p[otret dalam hal ini (itu pengertian menurut blogger sendiri lho,hehe)
Nah sebenarnya memotret model (modeling photography), teknik dasarnya hampir sama dengan memotret obyek lainnya, hanya memiliki perbedaan khusus. Perbedaannya tentu saja seperti yang udah aku tulis tadi, adalah pada obyek yang kita foto, yaitu ‘manusia’ baik itu lelaki ataupun wanita, kecil dewasa maupun tua. Banyak sekali unsur yang mempengaruhi hasil kita ketika memotret manusia.
oleh karena itu, berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memotret model atau manusia, yaitu antara lain: Kondisi si Model, Kostum & Make Up, Lokasi, Lighting, Angle & Komposisi, dan Komunikasi.
Sebelum bicara banyak soal si model, ada beberapa faktor utama yang menjadi penilaian utama dalam memotret manusia, antara lain: pose model, ekspresi, lokasi, komposisi, angle, costum, wardrop, makeup, background yang mendukung, dan lighting yang tepat!

poin 1: Kondisi si Model
Nah, sekarang, bicara soal kondisi si model. Foto model yang baik adalah foto yang memiliki mood yang baik. Kondisi ini bisa dipilah lagi menjadi, keadaan fisik si model (seperti postur tubuh, tinggi rendah tubuh si model) dan kondisi mental (seperti mood si model, ekspresi wajah, keahlian pose si model). Hal tersebut akan sangat mempengaruhi baik buruknya foto yang akan kita hasilkan.
Model yang baik adalah yang memiliki komitmen kuat akan pekerjaannya. Dalam kondisi apapun, ketika sedang dalam masa pemotretan dia akan mengatur mood-nya sendiri. Walaupun sedang ada masalah, dia akan tetap ceria dan menarik jika sampai di lokasi pemotretan. Model yang baik juga akan mudah sekali menyesuaikan pose dan ekspresinya dengan tema yang dibutuhkan oleh fotografer. Tetapi, terkadang, peran fotografer juga sangat penting di sini. Kita sebagai fotografer juga harus pintar dalam mengatur pose dan ekspresi model kita.
Hal ini terkecuali untuk motret manusia untuk candid, journalistic atau street photography, fotografer akan sangat tergantung pada moment dan kondisi yang tepat pada saat itu. Moment yang tepat, timing yang pas, dan kondisi yang baik adalah anugerah terindah bagi fotografer.
poin 2: Kostum dan Meke up
pakaian yang digunakan oleh si model. Carilah pakaian atau konstum yang tepat untuk model. Buat dia nyaman ketika memakai pakaian tersebut. Jangan sampai si model merasa bajunya terlalu ketat, terlalu kecil, atau terlalu besar dsb. Hal ini akan bisa mempengaruhi pose dan ekspresi si model.
Begitu juga dengan make-up-nya. Tukang make-up yang baik pasti akan tahu seperti apa dia akan buat wajah si model yang sesuai dengan tema yang diinginkan fotografer. Berhatihatilah soal kostum dan make-up ini, karena akan sangat mempengaruhi hasil foto kita.
poin 3: Lokasi
Mengapa lokasi? Karena akan dapat mendukung atau tidak dengan tema yang diinginkan oleh kita selaku fotografer. Carilah lokasi yang tepat dengan tema yang kita inginkan. Sebagai contoh, jika foto yang kita inginkan adalah foto fashion, maka carilah lokasi yang backgroundnya tidak terlalu ramai karena yang akan kita tonjolkan (POI) adalah pakaian yang digunakan oleh si model.
Oh iya, lokasi ekstrim, yang sinar mataharinya terlalu panas, atau udaranya terlalu dingin, juga akan mempengaruhi kenyamanan si model. Sehingga, carilah waktu dan lokasi yang tepat!
poin 4: Lighting
Mengapa lighting? Karena ada teori yang mengatakan bahwa, cahaya yang keras (hard lighting) lebih tepat untuk lelaki, sedangkan cahaya yang lembut (soft lighting) tepat untuk wanita. Foto fashion juga membutuhkan pencahayaan yang tepat agar dapat memunculkan detil baju atau pakaian yang akan kita promosikan. Ambillah keputusan yang tepat untuk soal cahaya ini.
 
poin 5: Ketepatan olahan pasca pemotretan
Hal berikutnya yang perlu kita perhatikan adalah olahan (digital imaging) pasca pemotretan. Pada saat tertentu, sesuai kebutuhan konsumen, kita kadang perlu mengolah sedikit maupun banyak akan hasil kita. Perhatikan secara menyeluruh dan detil foto yang telah kita hasilkan. Perlukan tone warna perlu kita ubah? Banyak atau tidak jerawat si model? Jangan sampai si model dan konsumen kita merasa
jadi jelek, kegendutan, banyak jerawat setelah melihat hasil jepretan kita.
Selanjutnya untuk foto fashion, sudah cukup tepatkah warna/tone pakaian (fashion) yang dikenakan oleh si model? Berdasarkan pengalaman saya, berhati-hatilan soal ini. Jangan sampai warna baju atau pakaian yang seharusnya menjadi jualan konsumen kita berubah warnanya. Bisa marah-marah nanti konsumen kita!
poin 6: Pengambilan angle dan komposisi

Hal ini soal teknis dan sangat penting. Tips yang paling mudah adalah, potretlah obyek kita sejajar dengan obyeknya. Jangan gunakan low angle atau dari atas. Dengan begitu, foto yang kita hasilkan akan sama dengan obyek yang kita foto. Memang, low angle tepat untuk model pria (man model) dan akan membuat si model yang kita foto menjadi lebih tinggi dan gagah.

Namun, untuk foto fashion hal ini kurang tepat karena akan terjadi distorsi pada pakaian yang digunakan si model. Untuk foto model, kita harus jeli dengan detil si model. Terkadang, pada wajah atau badan model memiliki spesifikasi tertentu. Kadang, ada model yang di foto dari kiri kurang bagus, tapi jika di foto dari kanan akan lebih ganteng atau cantik. Perhatikan detil si model, mulai dari rambut sampai ujung kaki. Sehingga, berhati-hatilah dengan angle dan komposisi ini. Pikirkan dengan baik tema yang akan kita inginkan!
poin 7: Pemilihan lensa kamera
nah yang satu ini juga gak kalah penting yaitu lensa apa yang cocok digunakan untuk fotografi model,,buat para pengguna kamera SLR/DSLR hal ini sangatlah berpengaruh,,karena akan menentukan hasil jepretan,,biasanya lensa yang digunakan adalah lensa Fix dengan panjang fokal 50 mm hingga 135 mm dan bukaan diafragma yang cukup besar sekitar f:2 atau f:1.8,,karena dengan begutu akan menciptakan efek bokeh yang sering diharapkan menghiasai pemotertan.
Mungkin segini saja yang dapat blogger sampaikan. saat ini mungkin blogger belum bisa mempublikasikan hasil fotografer blogger sendiri karena selain masih terbilang amatiran, blogger juga hanya mempublikasikannya lewat facebook. hehehe
Wassalamu’alaikum..
source(cuma sedikit kok copasnya) : Teknik Fotografi model . google

Kegiatan Selama ini

Selama ini saya telah melakukan respirasi bermilyar kali tanpa merasa lelah

Hebat bukan????

Saya juga mampu menaikkan berat badan secara cukup signifikan walaupun saya merupakan anak kosan yang terkenal biasanya tidak terurus dan ahirnya menjadi kurus

Saya seorang pelajar lebih dari 10 tahun (lebih beberapa bulan), karena itu kegiatan harian saya adalah belajar mengingat banyaknya saingan yang saya miliki.

Selain itu saya bermimpi menjadi seorang photografer yang andal. jadi saya memotret apapun yang saya anggap menarik dan meng uploadnya di facebook.

Saya jugan sorang pemeluk sebuah agama, jadi saya menghabiskan malam (sampai jam tidur) untuk beribadah sesuai agama saya

Previous Older Entries

Archives

Categories

Meta

Blogs I Follow

  1. WordPress.com News
aulialia27

aulialia27

View Full Profile →

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.